Kamis, 07 April 2011

“ALHAMDULILLAH....JALAN KAMI TIDAK BECEK LAGI!!!”

“ALHAMDULILLAH....JALAN KAMI TIDAK BECEK LAGI!!!”

Kelurahan Jatisari, yang terletak di Kecamatan Jatiasih dengan titik koordinat 6,30 LS dan 1070 BT dan berbatasan langsung dengan sebelah Timur Kelurahan Jatiranggon, sebelah Barat Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kelurahan Jatirangga dan sebelah Utara Kelurahan Jatiluhur,merupakan salah satu wilayah yang penduduknya mayoritas bermata-pencaharian di bidang perdagangan. Sebagian besar pedagang di Kelurahan Jatisari berjualan keliling yang setiap harinya membutuhkan akses jalan. Namun, karena masih banyaknya jalan di wilayah Kelurahan Jatisari berupa tanah, sehingga setiap kali hujan turun jalan-jalan becek dan sulit untuk dilalui. Membuat para pengguna jalan apalagi para pedagang terhambat kegiatannya.
Tidak heran jika masyarakat Kelurahan Jatisari mengangkat masalah perbaikan jalan sebagai isu sentral dalam pembangunan di bidang lingkungan. Maka, ketika BKM Kelurahan Jatisari mendapat Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Tahap II, masyarakat segera mengusulkan perbaikan jalan sebagai prioritas utama sesuai yang tercantum dalam Program Jangka Menengah (PJM) Pronangkis. Kemudian, masyarakat bersama BKM membentuk Panitia Kemitraan (PAKEM) yang beranggotakan 12 orang. Terdiri atas tokoh masyarakat, BKM, karang taruna, PKK, LPM, Pemerintah Kelurahan dan Dinas setempat. Mereka sepakat menamai PAKEM Margasari 1.
PAKEM Margasari 1, dibantu Dinas setempat melakukan survai dan pengukuran di lapangan guna memperoleh gambaran untuk penyusunan proposal. Dalam survai tersebut dihasilkan empat titik pengerjaan perbaikan jalan yang berada di empat RW, yaitu RW 02, RW 03, RW 05 dan RW 06 dengan kebutuhan biaya total Rp. 187.000.000. Sumber dana yang digunakan terdiri dari dana PAKET sebesar Rp.93.500.000 ditambah swadaya sebesar Rp.18.700.000 dan APBD Kota Bekasi Rp.74.800.000. Volume kegiatan mencakup 1.050 x 2 x 0,10 m.

Dana swadaya masyarakat sebagian besar dalam bentuk non-tunai, seperti tenaga kerja, sumbangan material bahan bangunan dan juga konsumsi selama pengerjaan perbaikan jalan. Ini disebabkan karena pengerjaannya dilakukan dalam bentuk gotong-royong antara panitia dengan masyarakat. Lama pengerjaan sekitar satu bulan.
Pelaksanaan kegiatan PAKEM Margasari 1 diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Walikota, DR. H. Rahmat Effendi, M.Si pada 21 Januari 2010. Acara dihadiri oleh Staf Ahli Walikota, Satker, Dinas, Pokja PAKET, Camat dan seluruh Lurah di wilayah Kecamatan Jati Asih. Acara juga dimeriahkan dengan sambutan siswa SDN III Jatisari dan Tim Marawis RW 2. Kehadiran Wakil Walikota dan pejabat lainnya, memunculkan semangat, keyakinan dan kebanggaan pada BKM dan PAKEM serta umumnya pada masyarakat kelurahan Jatisari.
Melalui 4 tahapan pencairan, yaitu pada 16 Januari 2010 (Penarikan I), 26 Januari 2010 (Penarikan II), 5 Februari 2010 (Penarikan III) dan 22 Februari 2010 (Penarikan IV), 4 titik kegiatan jalan lingkungan di 4 RW dapat kami selesaikan. Hasilnya cukup membanggakan. Pengerjaan perbaikan jalan dalam PAKET II ternyata melebihi target awal. Yakni, terjadi pengembangan sepanjang 50 meter (setara biaya Rp. 8 juta). Perbaikan jalan ini melewati sekitar 440,5 meter tanah masyarakat yang sepakat dihibahkan dengan nilai Rp.135.525.000. Sehingga, total swadaya yang direalisasikan senilai Rp.179.038.000, dari yang semula direncanakan berjumlah Rp.18.700.000.
Dengan terbangunnya sebagian sarana jalan di wilayah kami, kini warga Kelurahan Jatisari tidak khawatir lagi apabila hujan turun.
BKM BAKTI MANDIRI
Drs Subagyono (021 – 95232215)
Rika Kartika (021 – 99649625)
Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

OUT OF THE BOX


Come Out Of The Box. Raises ideas. Be creative. Make something different and more valuable. Salah satunya dalam acara Peletakan Batu Pertama. Pemikirannya, membuat acara tersebut beda dari biasanya.Tidak sama dengan yang umum terjadi, yaitu melulu dengan laporan dan sambutan kemudian di lokasi proyek meletakkan paving, batu belah, batu bata atau adukan pasir dan semen. Selesai.
Kegiatan rehab Rutilahu di kelurahan Durenjaya dilaksanakan melalui PNPM MP dan PAKET. Hingga saat ini telah direalisasikan 40 unit, 24 unit melalui PAKET dan 16 unit melalui PNPM MP. Rehab Rutilahu menjadi prioritas pertama dalam Renta dan Program Kerja LKM Durenjaya dan sangat didukung oleh Lurah Durenjaya. Melalui PAKEM Griya Firdaus, LKM Durenjaya melakukan rehab Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sejumlah 14 unit dalam PAKET III. Total pendanaan Rp. 198.000.000 dengan rincian Rp. 64.000.000 (PAKET), Rp. 76.000.000 (APBD) dan Rp. 58.000.000 (Swadaya).
Peletakan batu pertama kegiatan rehab Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) PAKET III kelurahan Durenjaya kecamatan Bekasi Timur, rencananya akan dilaksanakan pada 27 Januari 2011. Penjadwalan mengalami perubahan terkait padatnya agenda pihak pemkot. Mundurnya jadwal tersebut, memberikan peluang pada LKM dan Tim Adv untuk melakukan loby pada pihak Entrostop, mitra dalam Soskamzar. Selanjutnya Pokja PAKET menetapkan Lounching Rutilahu Durenjaya dilaksanakan pada 5 Februari 2011.
Pada 1 Februari 2011, bertempat di teras Masjid Al – Maghfiroh RT 4 RW 6, dilakukan rapat kecil. Dihadiri LKM, PAKEM Griya Firdaus, Pengurus RT dan RW serta pelaksana proyek, rapat menghasilkan beberapa kesepakatan. Haji Epi bertanggung jawab untuk menyediakan 1 unit tenda. Mulyana selaku ketua PAKEM Griya Firdaus, akan mengerahkan 50 siswa SDN Durenjaya III. PAUD Al – Maghfiroh yang dikepalai oleh Ibu Imas, akan menurunkan 30 siswa dalam kegiatan lomba mewarnai. Slamet, staf kelurahan, bertanggung jawab dalam pengadaan bambu untuk umbul-umbul dan soundsystem. Para Ketua RT dan RW, bertugas untuk mendatangkan warga dan Tim Marawis dari majelis taklim setempat.
Pada 3 Februari 2011, dilakukan pemasangan umbul-umbul, banner dan spanduk. Umbul-umbul PNPM MP hasil Soskamzar, terpasang mulai dari awal Jalan Ampera Gang Padat Karya. Spanduk PAKET menjadi backrop di teras Masjid Al – Maghfiroh, tempat utama berlangsungnya acara. Bendera kecil “Ayo Peduli Membangun Bumi Patriot” sejumlah 50 pcs, disiapkan oleh Tim Adv untuk dikibarkan oleh para siswa.
Di bawah rintik hujan, 5 Februari 2011, Wakil Walikota DR. H. Rahmat Effendi, M.Si hadir beserta tamu lainnya. Turut hadir, yaitu Camat Bekasi Timur, SKPD dan DPRD. Kehadiran mereka disambut lambaian para siswa yang mengenakan seragam pramuka dan shalawat nabi yang dibawakan oleh Tim Marawis RW 6. Acara dimulai dengan laporan LKM, laporan Pokja PAKET, sambutan dan arahan Wawako. Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh alim ulama RW 6.
Usai acara, Wawako berkenan meninjau kegiatan lomba mewarnai. Beliau melakukan sedikit dialog dengan salah satu peserta. Selanjutnya Wawako dan tamu lainnya mengunjungi rumah Ibu Uki Tukiyem, 1 dari 3 rumah yang direhab di RW 6. Taruna Widi Sakti Kalijaga, Fasilitator Teknik Tim Adv dan Mulyana memberikan penjelasan pada Wawako terkait kegiatan rehab tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi, Wawako menyempatkan diri untuk melakukan neplok pada dinding rumah Ibu Uki Tukiyem.
Pada pukul 10.30 WIB, selepas Wawako dan tamu lainnya meninggalkan RW 6, acara dilanjutkan dengan game, kuis dan serah terima bantuan dari Entrostop. Muhammad Irsyad selaku Koordinator Lapangan, menyerahkan dana sejumlah Rp. 600.000 untuk rehab Rutilahu, souvenir 5 set, kaos 10 pcs, alat tulis 30 set dan piala pada peserta lomba. Pihak BNI yang datang di pengujung acara, diwakili Hika Kurnia Virgiantono – staf Marketing, juga berkenan menyerahkan 7 set souvenir pada LKM.
In rain, we pray, in order to do more for the community. Any kind is that simple.

SOSKAMZAR DALAM MIMPI


(Tersisa dari Soskamzar – Catatan 2)
Mimpi pertama dialami koorkot Tim Adv. Selepas pertemuan dengan Kepala Pemasaran Bank Jabar Banten Syariah pada 21 Oktober 2010, peristiwa tersebut rupanya terbawa tidur. Suatu hari koorkot diminta datang ke bank tersebut. Sungguh sebuah anugerah, pihak bank menambah partisipasinya dalam kegiatan Soskamzar yang akan digelar di 8 kelurahan, yaitu dana senilai Rp. 5 juta (dalam bentuk ribuan dimasukkan dalam sebuah tas ransel) plus 10 karung beras untuk sembako murah. ”Silakan bapak bawa. Beras tersebut juga suatu bentuk partisipasi kami dalam Soskamzar”demikian disampaikan pegawai bank. ”Tapi belum diberi merk atau tulisan. Gimana jika ditulis saja ’Maryana Ahmad’?
Tas ransel berisi uang Rp. 5 juta dan beras dibawa koorkot. Begitu keluar dari bank, koorkot berjumpa dengan H. Fachrurraji, koordinator BKM Seruni kelurahan Sukatani kecamatan Cimanggis. Terjadilah obrolan yang cukup panjang. Maklum, perjumpaan terakhir adalah November 2001 saat koorkot pertama kali bertugas P2KP di Kota Depok. Sang BKM berbaik hati mau mengantar koorkot menuju kostannya menggunakan sepeda motor bak yang dikendarainya. Tiba di mulut gang, koorkot tersadar bahwa tas ransel tertinggal. Dimintanya sang BKM untuk kembali ke lokasi semula. Selanjutnya, koorkot terbangun dari tidurnya. Tas ransel berisi uang hilang di alam mimpi.
Mimpi kedua dialami Zaenal Arifin (Fasilitator CD) dan Taruna Widi Sakti Kalijaga (Fasilitator Teknik). Tim Adv sedang berjibaku bersama panitia Soskamzar di kelurahan Jatiwaringin pada Jumat, 26 November 2010.Setelah menyiapkan berbagai hal, Taruna pulang lebih awal menuju basecamp. Beberapa jam kemudian, keduanya telah terlelap dalam tidurnya. Di larut malam, secara tidak sengaja, keduanya berpapasan di area dapur di depan pintu wc. “Lho, Pa Zae udah pulang toh” demikian kata Taruna. Pa Zae merasa heran, “Lha, tadi kan yang buka pintu Taruna. ”O ya!!”Keduanya kembali tidur. Esok harinya, Pa Zae bercerita bahwa dia begitu bahagia manakala dirinya sudah berada di Basecamp. Hal tersebut berawal dari kejadian di Jatiwaringin yang terbawa mimpi, yaitu kebelet pipis. Estela yakin bahwa dirinya sudah ada di basecamp, ia segera ke WC dan kemudian berpapasan dengan Taruna.
Mimpi ketiga dialami SF Tim Adv. Sudah maklum bagi yang lainnya, jika ada kegiatan malam, sang SF pamit paling awal untuk kembali pulang. Sang SF baru sembuh dari sakitnya, yaitu gejala demam berdarah sehingga trombositnya sering turun. Jelang Soskamzar di kelurahan Arenjaya yang dilaksanakan pada 4 Desember 2010, Tim Adv siaga hingga dini hari terkait belum datangnya mitra dari Entrostop yang akan memasang tenda, spanduk dan umbul-umbul. Hingga tengah malam, pihak Entrostop belum muncul. Akhirnya, Zaenal Arifin, fasilitator CD ditanam di lokasi. Sang SF menuju basecamp. Beberapa menit kemudian sudah lelap dalam tidurnya hingga muncul sebuah igauan “Taruna tolong bukakan pintu. Pa Zae ada di luar”. Sebuah kekhawatiran dari sang SF, sementara Zaenal sudah tertidur lelap di sebelahnya. Demikian tutur Taruna yang sempat terganggu tidurnya dengan igauan sang SF.

SOSKAMZAR DALAM CITA-CITA


(Tersisa dari Soskamzar – Catatan 3)
Setelah tergambar keyakinan bahwa Soskamzar dapat digelar di 8 kelurahan, pilihan harus diambil. Soskamzar akan digelar di setiap akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Teknical meeting untuk setiap kelurahan harus dilaksanakan minimal H-3. Pemasangan tenda, spanduk, umbul-umbul dan perlengkapan lainnya, harus disiapkan H-1 dan terkadang sampai dini hari. Mobilitas Tim Adv di bulan November mencapai titik tertinggi. Hari Jumat di kelurahan A, hari Sabtu Soskamzar di kelurahan A dan persiapan Soskamzar di kelurahan B, kemudian hari Minggu Soskamzar di kelurahan B. 20 dan 21 November, 27 dan 28 November, serta 4 dan 5 Desember merupakan 6 hari terberat karena Soskamzar dilaksanakan berurut.
Spanduk, umbul-umbul, baliho, stiker dan bentuk iklan di berbagai tempat, selalu diplesetkan dengan agenda Soskamzar. Angkot No. 2 jurusan Bekasi – Pondok Gede, di kaca belakang terpasang stiker iklan Bazaar Bangunan. Sebuah pasar memasang iklan Bazaar Murah bahan sembako. Sebuah mall memasang iklan Obral HP. Sejauh mata dilepaskan, maka tampilan yang ada hanya ”SOSKAMZAR”.
Kesibukan Soskamzar, ternyata memberikan dampak positif pada Tim Adv. Kreativitas Zaenal Arifin, Fasilitator CD, untuk menjadi seorang FOTOGRAFER semakin terasah. Soskamzar seolah menjadi media baginya untuk semakin mantap dan handal dalam memegang kamera. Mengabadikan berbagai kegiatan dari berbagai sudut dan dengan beragam gaya melakukan jepretan mautnya.
Dampak positif berikutnya, dirasakan oleh Siti Umamah, fasilitator MK. Cita-citanya di masa kecil, menjadi guru, tersalurkan secara maksimal dalam Soskamzar melalui Lomba Mewarnai, Puisi dan Busana. Pembuatan nametag bagi setiap peserta dan penjurian, dilakukannya dengan sepenuh hati.
Bagi Taruna Widi Sakti Kalijaga, Fasilitator Teknik, kehandalannya dalam aplikasi semakin liar. Bersama koorkot, berbagai media Soskamzar, yaitu stiker, leaflet, spanduk dan umbul-umbul adalah kreasinya.
Lain halnya bagi Purnomo Wahyu Aji, sang SF. Soskamzar menjadi pelampiasannya untuk menjadi MC di panggung terbuka. Duet bersama panitia setempat ia lakoni di kelurahan Jatiwaringin, Jatisari, Jatiraden dan Margajaya. Heboh dan noraknya sang SF, sungguh luar biasa. Layak mendapat lima jempol. Hehe.
Lantas apa dampak yang dirasakan oleh Erfan Susanto, askot Infra? O lala, ia menyimpan bakat terpendam untuk menjadi seorang kameramen dalam sebuah film. Handycam yang dimilikinya, menjadi senjata andalan yang selalu dibawanya dalam kegiatan Soskamzar. Eiit, ternyata ia hanya menjalankan profesinya di 3 kelurahan. Di gelaran Soskamzar terakhir, ia tersungkur sakit karena terlalu capek setelah mengikuti game Fatigon Spirit.
Apa yang dilakukan Yandi Nugraha, asmandat Tim Adv. Ternyata ia piawai membawa Kotak Peduli Mentawai dan Merapi. Meski hanya hadir di 5 kelurahan, keuletannya berbuah. Dalam kondisi badan yang kurang fit sekalipun, Yandi bergerilya dari satu stan ke stan lainnya. Berhadapan dengan satu peserta untuk kemudian menghadapi peserta lainnya. Dari satu titik ke titik lainnya dalam area Soskamzar. Bersama Agung Santoso, askot Infra PNPM MP, ia berhasil menghimpun dana sejumlah Rp. 1.380.000.
Sudah semua? O, ada yang belum. Ema Iklima Dini, askot MK Tim Adv. Soskamzar bagi ibu berkarir di PNPM diawali dari UPK ini, adalah sebuah pusat belanja yang demikian luas. Sponsor yang akan hadir dalam Soskamzar, pintu yang harus dilalui adalah dirinya. Penghimpunan dana selama Soskamzar, adalah tugas utamanya. Aliran berbagai hadiah dan souvenir dari setiap sponsor merupakan tugas tambahannya. Ia piawai mengelola keuangan. Melalui Soskamzar, sosok Sri Mulyani tampak dalam dirinya. Hmmm...

SOSKAMZAR DALAM KEBERSAMAAN


(Tersisa dari Soskamzar – Catatan 4)
Awalnya seperti sebuah paksaan. Padahal jelas sebuah kebutuhan dari selururh rangkaian yang mesti dijalani masyarakat dalam sebuah aksi penanggulangan kemiskinan. Awalnya adalah sebuah keniscayaan. Padahal jelas beragam kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa sudah terbiasa dilakukan oleh masyarakat. Awalnya adalah sebuah cibiran. Padahal jelas sebuah tantangan yang dapat menghasilkan berbagai dampak dan pengaruh bagi siapapun yang di dalamnya melibatkan diri secara total, Pelibatan diri dengan penuh kesadaran dan ikhlas.
Adalah cita-cita bahwa Soskamzar harus terus berlanjut. Apapun bentuknya dan kapanpun waktunya serta di kelurahan manapun tempatnya. Satu hal, pelaksana utamanya adalah masyarakat yang dimotori oleh BKM. Melalui Soskamzar telah terjalin silaturahim dan keceriaan. Terlepas ada kekurangan di berbagai hal. Sisi profesionalisme dalam sebuah event sudah dapat ditangkap oleh masyarakat, khususnya BKM. Pembelajaran tentang pentingnya sebuah perencanaan, menjadi bekal berharga dalam merangkai langkah selanjutnya. Pembelajaran tentang bagaimana pentingnya dan sangat besar pengaruhnya dari sebuah ‘benih kebaikan’ yang telah kita tanam. Sebuah benih kepercayaan.
BKM Jatiwaringin dapat menggelar Lomba Masak Bersama Forvita Margarine. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Desember 2010. Bertempat di area kantor kelurahan, lomba diikuti oleh lebih dari 30 pasang peserta. Menu yang dilombakan adalah Menu Tahu, Tempe dan Nasi Goreng.
BKM Rasa Asih kelurahan Jatirasa kecamatan Jati Asih, lokasi non PAKET, tidak mau ketinggalan. Peninjauan kegiatan Soskamzar yang digelar BKM Bakti Mandiri kelurahan Jatisari, berbuah kemauan untuk menggelar RWT dalam kemasan beda. Ada rembug di dalam ruangan dan kemeriahan di luar ruangan. Di Sabtu, 18 Desember 2010, acara digelar. Perencanaan yang tidak optimal, mengakibatkan kegiatan di luar ruangan tidak berjalan dengan maksimal. Peserta Lomba Mewarnai dengan sponsor Stimuno, hanya diikuti 16 peserta. Panitia harus mengganti produk yang telah disiapkan. Lomba Masak bersama Forvita Margarine gagal dilaksanakan. Pihak Forvita yang telah memasang tenda, soundsystem, kompor, alat memasak, organ tunggal, spanduk, umbul-umbul dan perlengkapan lainnya, menuntut balik pihak panitia. Acara serupa dengan pembiayaan sepenuhnya ditanggung pihak BKM, harus digelar pada Desember 2010. Tidak boleh lepas untuk dilaksanakan di 2011.
Bersama Forum BKM kecamatan Jati Asih, BKM Rasa Asih dapat menggelar kegiatan Lomba Masak bersama Forvita. Perbaikan telah dilakukan. Persiapan lebih matang. Acara dapat digelar pada 25 Desember 2010. Diikuti lebih dari 50 pasang peserta, acara dibuka oleh Sekretaris Lurah Jati Asih. BKM sekecamatan Jati Asih jadi peserta. Tidak ketinggalan Tim PNPM dan Adv turut pula menjadi peserta. Usai acara, Forvita menyatakan kepuasannya.
Hiruk pikuk Piala AFF 2010, dibidik BKM Durenjaya dengan menggelar Nonton Bareng di area kantor kelurahan. Acara digelar pada 29 Desember 2010 selepas kegiatan RWT. Lomba Tarik Tambang, game, kuis dan doorprize menjadi daya tarik tersendiri selain layar lebar yang telah terpasang di atas panggung. Acara digelar pukul 16.00 WIB. Dalam Lomba Tarik Tambang, Tim Kelurahan menjadi juara, mendapat hadiah uang sejumlah Rp. 100.000. Tim Ojeg menjadi Runner Up dengan hadiah uang sejumlah Rp. 50.000. Sementara Tim Adv, tidak dapat berbuat banyak. Takluk 2 : 0 di tangan Tim kelurahan. Selepas maghrib, massa mulai menyemut. Jualan sponsor berupa Fatigon Spirit, C-Plus dan Mixagrip diburu warga. Hadiah berupa HP, payung, Jam dinding, tas ransel, tas pensil dan mug menjadi daya tarik. Meski Tim Garuda menang 2 : 1 dan tidak jadi juara, warga tetap puas karena dapat hiburan dan berbagai hadiah.
Melalui Soskamzar, banyak senyum yang terkembang. Meski ada senyum yang tertahan dan tak dapat dilepaskan, sebuah ungkapan kecewa pada juri karena tidak juara atau pada pihak sponsor karena tidak terpilih untuk mendapat doorprize dalam sebuah undian. Melalui Soskamzar, banyak tawa dan canda yang lepas bebas. Terhibur dengan guyonan dan atraksi yang digelar oleh panitia dan sponsor. Melalui Soskamzar, terbentuk sebuah kegiatan ekonomi. Umpama pasar kaget yang ternyata masyarakat dapat melaksanakannya dengan beragam kegiatan. Melalui Soskamzar, ungkapan akhir dari seorang warga menjadi demikian berharga dan membanggakan.
“Kami telah mencoba. Kami telah berbuat. Sebatas kami bisa. Selain kami akan dapat BLM, melalui Soskamzar kami dihibur dan diajak untuk ceria. Plus dapat hadiah. Melalui Soskamzar, kebersamaan kami semakin kuat. Kekompakan kami semakin nyata. Terima kasih atas Soskamzar yang sudah dilaksanakan di kelurahan kami”.
Ke depan, terbersit agenda besar. Tunggu tanggal mainnya.

NONTON BARENG FINAL AFF 2010


Kelurahan Durenjaya Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, di 29 Desember 2010, menggelar 3 acara sekaligus. Rapat Minggon, Rembug Warga Tahunan (RWT) BKM Durenjaya dan Nonton Bareng Final AFF 2010.
Dalam Rapat Minggon yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB,Sekretaris Lurah, Ibu Fitri menyampaikan informasi adanya kegiatan RWT BKM Durenjaya dan Nonton Bareng. Informasi ini disambut antusias oleh seluruh peserta rapat.
Selanjutnya dalam RWT yang dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB, acara dihadiri oleh para Ketua RW, RT, KSM, PKK, penerima manfaat, tokoh masyarakat, aparat kelurahan dan PJOK Kecamatan, Deden Y. Septiana. Informasi tentang Nonton Bareng, kembali menjadi daya tarik.Ibu Fitri mendukung penuh acara tersebut dan berpesan agar BKM Durenjaya terus meningkatkan kinerjanya serta mempertahankan prestasi yang telah diraihnya.
Acara Nonton Bareng didukung oleh Fatigon Spirit, mitra Soskamzaryang diinisiasi Tim Adv. Persiapan teknis di lapangan, BKM Durenjaya didukung oleh aparat kelurahan, LPM, Tim Adv dan Forum Ojeg kantor kelurahan. Di area parkir, sebuah layar kain, dibentangkan di atas panggung. Soundsytem milik kantor kelurahan siaga di kiri dan kanan panggung. Sebuah meja dengan tivi dan infocus, siaga sekitar 10 meter di depan layar.
Pada pukul 16.30 WIB, Muhammad Ilham, personil Fatigon Spirit, memulai rangkaian acara Nonton Bareng dengan lomba Tarik Tambang. Tim peserta lomba terdiri dari Tim Adv, Tim BKM, Tim Kelurahan dan Tim Ojeg. Masing-masing tim beranggotakan 5 orang.
Sementara Bu Lina, UPK BKM Durenjaya, yang beralih sejenak menjadi SPG Fatigon Spirit, penuh semangat mempromosikan jualannya. “Ayo beli. Fatigon Spirit. Tambah semangat dan semangat lagi. Ada PAKET Rp. 5.000 dengan 1 kupon dan PAKET Rp. 10.000 dengan 2 kupon”.
Gelaran Tarik Tambang, di game pertama mempertemukan Tim BKM dan Tim Ojeg. Skor 2 : 1 untuk kemenangan Tim BKM. Pada game kedua, mempertemukan Tim Adv dan Tim Kelurahan. Hasilnya, 2 : 0 untuk kemenangan Tim Kelurahan. Pada babak final, Tim Kelurahan menaklukkan Tim BKM dengan skor 2 : 1. Sebagai pemenang, Tim Kelurahan mendapatkan hadiah uang Rp. 100 ribu dan Tim BKM mendapat hadiah uang Rp. 50 ribu.
Tepat pukul 19.00 WIB, saat gelaran Final AFF dimulai, GARUDA DI DADAKU, berkumandang. Disuarakan oleh 300 orang lebih. Mulai dari anak ingusan sampai orang tua ubanan. Teriakan dan tepuk tangan bergantian seiring dengan keberadaan si kulit bundar.
Selepas babak pertama, saat penayangan iklan dan serunya para komentator bercerita, Ilham kembali menggelar Lomba Tarik Tambang yang diikuti secara spontan oleh 10 orang yang dibagi dalam 2 tim. Selepas itu, Ilham kembali beraksi dengan memberikan berbagai souvenir Fatigon Spirit bagi warga yang dapat menjawab kuis dan atau melakukan atraksi yang dimintanya.
Lima belas menit kemudian, seluruh warga kembali tertuju pada layar. Seolah sudah dapat diduga, apalagi setelah gagalnya Firman Utina melakukan tendangan penalty, Garuda berhasil ditaklukkan Harimau Malaya. Skor akhir 2 ; 1. Secara kebetulan sama dengan skor final lomba Tarik Tambang.
Hasil tersebut, menyiratkan rasa kecewa. Akan tetapi, terhadap seluruh penampilan Timnas semenjak babak penyisihan hingga babak final, memunculkan suatu kebanggaan dan harapan akan bangkitnya sepakbola di Bumi Nusantara.
Selepas pertandingan usai, Fatigon Spirit kemudian melakukan pengundian doorprize. Jam dinding, payung, botol minuman, tas, kaos dan sebuah HP CDMA, merupakan hadiah yang dapat diraih oleh warga yang telah membeli produk. Total ada 30 unit hadiah. Hadiah HP CDMA, secara kebetulan diraih oleh Ibu Lina, UPK BKM yang di sore hari beralih profesi menjadi SPG Fatigon Spirit.
Pukul 22.30 WIB, seluruh rangkaian acara berakhir. Souvenir dan berbagai hadiah plus gelaran lomba Tarik Tambang telah menjadi bagian lain dalam rangka fasilitasi bagi warga dan aparat kelurahan. Di sisi lain, kegiatan Nonton Bareng menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi BKM Durenjaya. Sebuah pembelajaran untuk menjadi EO. Sebuah pembelajaran yang juga membuktikan bahwa di PNPM MP – P2KP, telah dapat mendorong pelakunya untuk Lebih Ceria, Lebih Kreatif dan Lebih Peduli. Atmosfir tersebut akan ada, jika KITA MAU. Atmosfir itu semakin berasa, jika KITA MULAI. Atmosfir itu akan semakin luas, jika KITA MULAI SEKARANG.
Akhirnya, kalau bukan KITA, siapa lagi? Kalau bukan SEKARANG, kapan lagi?
BKM Durenjaya.
Jl, Prof. M. Yamin No. 1 RT 01 RW 06
Kelurahan Durenjaya.
CP : 081318327143, 08568818166, 021 – 8816618.

SOSKAMZAR BUKAN AGUSTUSAN


By Syamsul Rizal, Panitia Soskamzar Kelurahan Pekayon Jaya dan Tim Adv Kota Bekasi
Soskamzar? Apaan, tuch? Ada-ada saja Tim Advanced ini. Seperti itu pandangan awal kami. Selanjutnya, kami bingung dan jadi enggan karena kegiatannya tidak boleh pakai BOP BKM. Hati kecil berkata pesimis untuk dapat melaksanakan Soskamzar. Waktu yang singkat, hanya 2 bulan setelah rakor di tingkat kota, Soskamzar Pekayon Jaya dijadwalkan pada 21 November 2010, akan berdampak pada minimnya persiapan menjelang pelaksanaan. Namun, dengan tekad yang bulat, kami sadar bahwa BLM tidak akan selamanya ada dan kami harus mandiri.
17 Oktober 2010, rakor kami gelar untuk pembentukan panitia Soskamzar. Selain BKM dan Tim Adv, rakor dihadiri pemuda, tokoh masyarakat, staf kelurahan dan PJOK kec. Bekasi Selatan. Agenda selanjutnya, panitia melaksanakan pertemuan rutin setiap hari kamis.
Hari pelaksanaan kian mendekat dan teknis acara sudah matang, namun pemasukan yang sudah diterima baru sejumlah Rp. 150.000. Tiga hari tersisa, panitia meningkatkan perjuangannya. Setelah dilakukan loby pada beberapa pihak, terutama bantuan untuk tenda, kursi, panggung dan soundsystem, kami berkeyakinan Soskamzar dapat kami gelar. Selanjutnya partisipasi dana kami peroleh dari RW 22 (Rp. 350.000), RW 2 (Rp. 600.000), KSP Swamitra (Rp. 100.000) dan Vermint (Rp. 500.000). Total pemasukan dana Rp. 1.700.000. 
Minggu, 21 November 2010. Jam 07.00 WIB, semua panitia sudah bersiap-siap di area Ruko Ketapang Raya. Grup Musik Gambus Al-Musyaya menampilkan lagu-lagu Timur Tengah untuk menyambut seluruh warga yang mulai berdatangan. Tepat pukul 09.00 WIB, Soskamzar dimulai dengan atraksi dari Tim Marching Band TK Anglia RW 04. Penampilan mereka, membuat kami bangga. Acara Soskamzar dibuka dengan laporan panitia, sambutan PJOK dan pengarahan dari Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat (Kapermas).
Acara yang bertemakan “Mewujudkan Kemandirian Menuju Masyarakat Bekasi Yang Cerdas, Sehat dan Ihsan” ini dimeriahkan stand BNI, BJBS, Swamitra, Vermint dan Stimuno. Stand KSM binaan UPK BKM dan dimeriahkan pula oleh para pedagang kaki lima. Lomba mewarnai berlangsung di dalam ruko dengan peserta dari PAUD dan TK binaan PKK yang ada di lingkungan Pekayon Jaya.
Soskamzar cukup menyedot perhatian masyarakat. Selain tempatnya yang strategis dan dilaksanakan pada hari minggu, warga mendapat kesempatan untuk mengetahui dan memahami peran dan fungsi BKM. Selain membuat tiga papan yang berisi berbagai dokumentasi kegiatan, BKM juga menyebarkan company profile. Koordinator BKM, H. Misin, memaparkan berbagai kegiatan tridaya kepada para tamu yang berkesempatan hadir.
Kerja keras terbayar sudah, acara pun berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Meskipun ada sedikit kecewa, terkait adanya beberapa kekurangan, antara lain : kekurangan tenda untuk acara pembukaan dan batalnya presentasi melalui infocus, namun itu semua menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi kami. Agustusan sudah biasa kami laksanakan. Muludan atau Rajaban dan hari besar Islam lainnya, sering kami laksanakan. Tapi Soskamzar, benar-benar beda. Soskamzar bukan Agustusan. Perencanaan harus lebih matang. Sebuah tekad kami tancapkan dalam : Soskamzar tahun depan akan lebih baik dari tahun ini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys