Selasa, 14 Juni 2011

Tidak Lagi Khawatir Rumah Roboh

Tidak Lagi Khawatir Rumah Roboh



Oleh:
Ema Iklima DiniAskot MK Kota Bekasi
P2KP Advanced

“Alhamdulillah, kami dapat menikmati hidup secara layak. Kami sekeluarga tidak lagi mengalami bocor di saat hujan. Anak kami pun dapat tidur dengan tenang. Kami juga tidak lagi khawatir rumah akan roboh,” kata Pak Manan, dengan suara terbata-bata dan haru, saat serah terima rehab rumah dari Pakem Griya Mandiri, pada Maret 2011.
Pak Manan adalah Warga RT 3 RW 6 penerima program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) dari program PAKET III P2KP/PNPM Mandiri Perkotaan yang difasilitasi LKM Bakti Mandiri, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jati Asih, melalui Pakem Griya Mandiri.
Pak Manan merupakan satu dari lima penerima manfaat rehab rumah yang dilakukan Pakem Griya Mandiri. Rehab rumah Pak Manan dimulai 26 Januari 2011 hingga 8 Februari 2011.
Menurut Fasilitator CD P2KP Advanced Kota Bekasi Zaenal Arifin, pelaksanaan rehab rumah menghabiskan dana sejumlah Rp.15 juta, terdiri dari dana BLM sebesar Rp.12 juta dan swadaya masyarakat Rp.3 juta. Rumah berukuran 6 meter x 5 meter milik Pak Manan kini telah memiliki lantai ubin, berdinding rapi dan layak huni.
“Mudah-mudahan rumah ini, dengan kenyamanannya memberikan kesehatan, dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak serta mewujudkan keluarga sakinah, mawadah wa rahmah,” ujar Zaenal Arifin.
Pada kesempatan serupa, Fasilitator Teknik Taruna Widi S.K. mengajak sang pemilik rumah untuk menjaga dan memelihara kebersihan serta keindahan rumah. Dia juga menyampaikan asal muasal dan proses rumah ini mendapat bantuan.
Harapannya, kegiatan rehab rumah ini bisa menjadi contoh kepedulian warga yang mampu kepada tetangganya yang masih membutuhkan bantuan.
Berbagai ekspresi penerima manfaat rehab rutilahu di Jatisari saat menerima alih kelola sangat beragam. Nenek Isah pemilik rumah yang berlokasi di RT 01 RW 03, misalnya, menuturkan bahwa ia langsung membersihkan tiap tetes cat yang tercecer di lantai, sambil mengekor langkah tukang yang sedang melakukan pengecatan.
Kegiatan rehab rutilahu ini menjadi suatu kebanggaan dan kepuasan batin bagi pengurus LKM. Hingga kini, LKM telah melakukan rehab rumah sebanyak 16 unit (dari BLM PNPM Mandiri Perkotaan) dan 9 unit (dari PAKET).
Rencana ke depan, terdapat 30 rutilahu dengan penghuni 120 jiwa miskin (PJM Pronangkis 2010 – 2013) yang harus direhab.
Belajar dari 25 unit Rutilahu yang telah direhab, LKM akan berupaya untuk mencari sumber daya lainnya, antara lain melaluichanneling. (PNPM Mandiri Perkotaan/P2KP Advanced Kota Bekasi)
Informasi lebih lanjut, silakan hubungi contact person:
  • Rika (Sekretaris LKM Bakti Mandiri), 021-99649625
  • Novi (Anggota LKM Bakti Mandiri), 021-94144470
Editor: Nina Firstavina

Belajar Membandingkan


Belajar Membandingkan


Oleh:
Maryana Ahmad Korkot Bekasi
         
Jumat, 1 April 2011, menjadi hari yang berbeda. Sejumlah 53 personel akan mendapat mandat untuk pendampingan hingga 31 Desember 2011.
Mandat diterima sebagai bagian dari perjuangan masyarakat Jawa Barat dalam penanggulangan kemiskinan.
Secara resmi PPK Satker, Ir. Ade Subandi menyerahkan Surat Tugas kepada seluruh Korkot di Jawa Barat. Ada yang tetap di tempat semula, ada juga yang berubah.
Terkait perubahan penugasan, serah-terima mandat Korkot Kota Bekasi dilakukan pada 5 April 2011.
Acara dilakukan di sekretariat, dihadiri oleh seluruh personel. Turut hadir PPK Satker Kota Bekasi Dian Hariani.
Sebagai pembawa acara adalah Ena Rodiah dari Tim 2. Setelah pembukaan, Yuliani Purnama Sari dari Tim 1, menyampaikan laporan singkat berkaitan latar belakang, persiapan dan pelaksanaan acara Lepas Sambut Korkot.
Berikutnya Asmandat Helmy Firmansyah memaparkan rapor seluruh Tim, terkait capaian siklus, MK, Infra dan BLM.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari seluruh tim, yang diawali oleh Agus Marsono (Tim 5), dilanjutkan Herdis (Tim 1), Muhammad Nur Ikhwan (Tim 2), Yuyu (Tim 3), Sabam Sirait (Tim 4), Novi (Tim 6)—dengan sebuah puisi; Lalu, Nurdin (Tim 7) dan Taruna (Tim Advanced), yang juga membawakan sebuah puisi.
Kesan dan pesan diakhiri oleh PPK Satker.
Setelah menerima pandangan dari seluruh Tim dan Satker, Korkot Bekasi (Reguler) Yudhi Mauludin menyampaikan tanggapan dan komentar. Materi dengan judul “Belajar Membandingkan” dipaparkan dengan gaya dan idiomnya yang khas.
Belajar membandingkan untuk refleksi dan koreksi terhadap diri, menyikapi kondisi yang dihadapi. Belajar membandingkan untuk sebuah perubahan menemukan jati diri. Belajar membandingkan sebagai upaya dari membangun dari dalam.
Disampaikan pula berita menggembirakan tentang kelahiran anak pertama dari Fajar Maulana (Tim 2) dan rencana pernikahan Dewi dan Rahmad (Tim 5).
Di pengujung materi, ia mengajak seluruh peserta bersedekah dengan berbagai media, antara lain dengan berbagi pengetahuan, keterampilan dan ilmu. Sekecil apapun dan sesederhana apapun. (Korkot Bekasi P2KP Advanced)
Dokumentasi lain:

Helmy Firmansyah sedang menyampaikan rapor PNPM Kota Bekasi.
[Dok. Korkot Bekasi P2KP Advanced

Terbebas dari Jerat Rentenir


Terbebas dari Jerat Rentenir


Oleh:
Yuliani Purnamasari 
SF Tim 01 Kota Bekasi      .
P2KP Advanced
Pinah Sutedi (42 tahun) sudah hampir 20 tahun berusaha menghidupi keluarganya—seorang istri dan dua anak. Namun, selama itu pula, tidak sedikitpun ia bisa menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk tabungan atau cadangan risiko.
Sudah beragam usaha dijalaninya, mulai dari berdagang sayur keliling, jasa jual tanah, gorengan maupun kelontong, tapi apa daya, kehidupan berjalan penuh dengan kecemasan ketika menyadari di jam dan waktu tertentu, ia sudah harus menyiapkan setoran guna memenuhi tagihan para rentenir, yang saat itu berjumlah 3 - 4 orang.

Satu tagihan berkisar antara Rp20.000 - Rp30.000, berarti total setoran yang harus disiapkan mencapai Rp110.000 - Rp130.000 per hari!
Jika dagangan cukup ramai, semua tagihan itu bisa terpenuhi. Seringnya ia malah harus memutar otak dan mencari tambahan usaha lain ketika usaha rutin yang sudah dijalani sepi pembeli dan tidak mencapai target.
Upaya yang bisa dilakukan adalah mengambil setoran dari modal usaha yang dimiliki. Akhirnya, sudah pasti modal yang terpakai sangat lama untuk kembali lagi. Yang sering terjadi adalah modal habis dan usaha terhenti. Begitu yang selalu terjadi setiap hari. Yang tersisa hanya lelah dan kemuraman seiring malam semakin larut. Kerja keras dilakukan, doa pun tak terhenti diucapkan, agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tapi semua hanya terasa bagai impian saja.
Salah seorang tetangga dekat Bapak Pinah adalah Ibu Indrawati, yang dikenal dengan nama Ibu Tulus. Beliau adalah Koordinator BKM Rasa Asih periode 2008 – 2011. Beliau merasakan betul kesulitan tetangganya itu.
Dibantu dua orang relawan di RW 04, beliau berinisiatif mengajukan pinjaman KUR ke BRI, tepatnya setelah mendapatkan sosialisasi dari Forum BKM Kota bahwa BKM/LKM bisa langsung mengajukan pinjaman dalam bentuk perorangan atau kelompok ke BRI guna mendapatkan dana KUR.
Beruntung upaya ini disambut baik, bahkan segera direalisasikan oleh BRI Unit Jatikramat, pada 12 April 2011. Bapak Pinah berhak mendapatkan dana KUR BRI sebesar Rp5 juta, tanpa jaminan. Pinjaman KUR diberikan secara seremonial di Aula Kelurahan Jatirasa, dihadiri Lurah Jatirasa H. Sujito, beberapa orang pimpinan kolektif BKM Rasa Asih serta para relawan.
Saat ini usaha yang sedang dijalani Bapak Pinah adalah berjualan nasi uduk, dibantu istri dan seorang keponakan. Pinjaman sebesar Rp5 juta itu dialokasikan sebagai berikut, Rp 3,5 juta digunakan untuk menutup semua sangkutan ke rentenir, Rp1 juta untuk tambahan modal usaha, asuransi Rp 94.000 dan untuk kas UPK sebesar Rp100.000 (sebagai modal yang akan digulirkan untuk para peminjam usaha kecil). Sisa pinjaman sebesar Rp306.000 disimpan sebagai cadangan resiko.
Pendapatan bersih Rp 150.000 bisa didapatkan sehari dalam kondisi penjualan normal. Kalau ramai, bisa lebih. Tentu Pak Pinah harus pandai-pandai menyisihkannya guna memenuhi kewajiban cicilan ke BRI sebesar Rp467.230 per bulan selama jangka waktu pinjaman 12 bulan, dengan bunga 1,025%
Kini kehidupan berjalan normal kembali. Setidaknya Pak Pinah bisa beristirahat dan berpikir tenang setelah sehari penuh bekerja keras. Beruntung pula anaknya yang sulung sudah bekerja. Pak Pinah beserta istri dan si bungsu dapat menikmati hasil kerja kerasnya selama ini. Tekadnya pun bulat untuk tidak berurusan dengan rentenir lagi.
Baginya, itu bagian dari masa lalu. Saat ini Pak Pinah hanya ingin menyongsong masa depan menjadi lebih baik sambil membesarkan si bungsu hingga berhasil mencapai cita-cita yang tak pernah Pak Pinah raih.
Bagian yang terpenting dalam hidupnya adalah agar kehidupan anak-anaknya harus lebih baik daripada dirinya. Ia berharap semoga selalu diberikan kesehatan, agar bisa bekerja dengan semangat dan tenang.
Tentu di luar sana masih banyak Pak Pinah-Pak Pinah lain dengan hidup yang mungkin lebih sulit dari Pak Pinah di atas. Kami berharap agar mereka semua bisa terbebas dari jerat para rentenir. (Korkot Bekasi P2KP Advanced)
Informasi lebih lanjut terkait artikel ini, silakan hubungi:  
  • Yuliani Purnamasari (SF Tim 01 Kota Bekasi), HP. 081572058428
  • Ibu Indrawati/Tulus (Koordinator BKM Rasa Asih), HP. 081806755995.

Jumat, 10 Juni 2011

Tuhan Maha Adil

Tuhan Maha Adil 


Oleh:
Maryana Ahmad Korkot Bekasi
P2KP Advanced           

Dalam rangka HUT ke-14 Kota Bekasi dan Hari Pendidikan Nasional, LKM Bina Mandiri Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jati Asih Kota Bekasi menggelar Bazaar Amal dan Lomba dalam rangka Gebyar PJM Pronangkis.
Acara dilaksanakan di halaman kantor kelurahan, pada Sabtu, 30 April hingga Ahad, 1 Mei 2011. Persiapan yang dilakukan sekitar tiga bulan.
Pada Januari – Maret 2011, yaitu periode penuh dengan kegiatan pemanfaatan BLM, LKM Bina Mandiri menyempatkan diri berbenah. Diawali dengan pembentukan panitia, identifikaksi lembaga mitra, penyusunan RKTL, pembuatan dan penyebaran proposal.
Di bawah kendali Mohamad Ali, selaku Koordinator, LKM Bina Mandiri bergandengan mesra dengan pihak kelurahan, yang dikepalai oleh Drs. H. Andi Mulyono. Dalam kepanitiaan itu terlibat juga perwakilan dari LPM dan PKK Kelurahan Jatikramat.
Sabtu, 30 April 2011, setelah cukup lelah menempuh perjalanan Bandung – Bekasi dengan Bus Primajasa, suasana Bazaar sudah terasa di ujung jalan menuju lokasi kegiatan. Di jalan Jati Asih - Pondok Gede, saya menemukan baliho berukuran cukup besar, terpasang kuat di sebelah kiri sebelum masuk ke jalan Jatikramat.
Di sepanjang jalan menuju TKP, aneka umbul-umbul dan spanduk terpasang, meski tidak terlalu banyak. Umbul-umbul Lytacur, Entrostop, Indosat, BNI, LKM Bina Mandiri, bahkan tidak ketinggalan umbul-umbul dari RT dan RW. Sepuluh meter jelang kantor kelurahan, area parkir dipenuhi puluhan motor yang tersebar di dua titik.
Pukul 09.05 WIB, saat memasuki area kantor kelurahan, Bapak Ngadiran, salah seorang anggota LKM menyambut dan menjabat tangan saya. Bahkan beliau memberikan sebuah pelukan. “Terima kasih atas segala bimbingannya,” katanya, penuh semangat.
“Ya, Pak. Selamat, ya. Hebat. Bagus,” saya membalasnya.
Sejenak kemudian, saya berkeliling. Mengamati seluruh stan yang ada. Tenda di sebelah kanan, diawali stan Merdeka Motor dengan aneka produknya dari Honda. Stan Lytacur, Indosat, Greenlite, BNI, Biopori LKM Bina Mandiri. Selanjutnya tenda di sebelah kanan dan dekat aula, terdapat stan dengan aneka produk dari KSM dan perwakilan RW. Produk yang dijual antara lain makanan, minuman, busana, aksesoris, boneka, tas, es krim, bakso dan teh poci.
Di Aula Kelurahan, terdapat 15 meja yang diisi tumpeng dari perwakilan RW. Pengamatan dihentikan di Mushala. Saya dan Helmy menyantap nasi uduk jualan salah satu stan. Nasi uduk terasa nikmat karena diiringi alunan musik dari panggung utama yang menggunakan 3 set sound system.
Setengah jam kemudian, di dekat stan Busana Muslim yang sedang merapikan jualannya, dan stan penjual bakso yang dikerumuni remaja SMP yang tampak kelelahan usai mengikuti Lomba Gerak Jalan, Koordinator LKM menghampiri saya.
Obrolan pertama adalah terkait kabar diri masing-masing. Kemudian Pak Ali menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan acara tersebut kurang koordinasi dan hasilnya masih banyak kekurangan. Saya menanggapinya dengan menyatakan bahwa acara tersebut bagus dan layak untuk ditiru oleh kelurahan lainnya. Tak lupa saya sampaikan ucapan selamat.
”Saya merinding, Pak. Berlangsungnya acara ini dan dilanjut esok hari, sungguh di luar dugaan saya. Beberapa kali saya jadi panitia Agustusan, belum pernah dananya terkumpul dan mencapai sejumlah lima juta rupiah. Tapi dalam acara ini, partisipasi dari berbagai pihak, mengalir demikian mudahnya. Tuhan Maha Adil,” ungkapnya. (P2KP Advanced Kota Bekasi)
Dokumentasi lain:
Editor: Nina K. Wijaya

Kamis, 07 April 2011

“ALHAMDULILLAH....JALAN KAMI TIDAK BECEK LAGI!!!”

“ALHAMDULILLAH....JALAN KAMI TIDAK BECEK LAGI!!!”

Kelurahan Jatisari, yang terletak di Kecamatan Jatiasih dengan titik koordinat 6,30 LS dan 1070 BT dan berbatasan langsung dengan sebelah Timur Kelurahan Jatiranggon, sebelah Barat Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kelurahan Jatirangga dan sebelah Utara Kelurahan Jatiluhur,merupakan salah satu wilayah yang penduduknya mayoritas bermata-pencaharian di bidang perdagangan. Sebagian besar pedagang di Kelurahan Jatisari berjualan keliling yang setiap harinya membutuhkan akses jalan. Namun, karena masih banyaknya jalan di wilayah Kelurahan Jatisari berupa tanah, sehingga setiap kali hujan turun jalan-jalan becek dan sulit untuk dilalui. Membuat para pengguna jalan apalagi para pedagang terhambat kegiatannya.
Tidak heran jika masyarakat Kelurahan Jatisari mengangkat masalah perbaikan jalan sebagai isu sentral dalam pembangunan di bidang lingkungan. Maka, ketika BKM Kelurahan Jatisari mendapat Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET) Tahap II, masyarakat segera mengusulkan perbaikan jalan sebagai prioritas utama sesuai yang tercantum dalam Program Jangka Menengah (PJM) Pronangkis. Kemudian, masyarakat bersama BKM membentuk Panitia Kemitraan (PAKEM) yang beranggotakan 12 orang. Terdiri atas tokoh masyarakat, BKM, karang taruna, PKK, LPM, Pemerintah Kelurahan dan Dinas setempat. Mereka sepakat menamai PAKEM Margasari 1.
PAKEM Margasari 1, dibantu Dinas setempat melakukan survai dan pengukuran di lapangan guna memperoleh gambaran untuk penyusunan proposal. Dalam survai tersebut dihasilkan empat titik pengerjaan perbaikan jalan yang berada di empat RW, yaitu RW 02, RW 03, RW 05 dan RW 06 dengan kebutuhan biaya total Rp. 187.000.000. Sumber dana yang digunakan terdiri dari dana PAKET sebesar Rp.93.500.000 ditambah swadaya sebesar Rp.18.700.000 dan APBD Kota Bekasi Rp.74.800.000. Volume kegiatan mencakup 1.050 x 2 x 0,10 m.

Dana swadaya masyarakat sebagian besar dalam bentuk non-tunai, seperti tenaga kerja, sumbangan material bahan bangunan dan juga konsumsi selama pengerjaan perbaikan jalan. Ini disebabkan karena pengerjaannya dilakukan dalam bentuk gotong-royong antara panitia dengan masyarakat. Lama pengerjaan sekitar satu bulan.
Pelaksanaan kegiatan PAKEM Margasari 1 diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Walikota, DR. H. Rahmat Effendi, M.Si pada 21 Januari 2010. Acara dihadiri oleh Staf Ahli Walikota, Satker, Dinas, Pokja PAKET, Camat dan seluruh Lurah di wilayah Kecamatan Jati Asih. Acara juga dimeriahkan dengan sambutan siswa SDN III Jatisari dan Tim Marawis RW 2. Kehadiran Wakil Walikota dan pejabat lainnya, memunculkan semangat, keyakinan dan kebanggaan pada BKM dan PAKEM serta umumnya pada masyarakat kelurahan Jatisari.
Melalui 4 tahapan pencairan, yaitu pada 16 Januari 2010 (Penarikan I), 26 Januari 2010 (Penarikan II), 5 Februari 2010 (Penarikan III) dan 22 Februari 2010 (Penarikan IV), 4 titik kegiatan jalan lingkungan di 4 RW dapat kami selesaikan. Hasilnya cukup membanggakan. Pengerjaan perbaikan jalan dalam PAKET II ternyata melebihi target awal. Yakni, terjadi pengembangan sepanjang 50 meter (setara biaya Rp. 8 juta). Perbaikan jalan ini melewati sekitar 440,5 meter tanah masyarakat yang sepakat dihibahkan dengan nilai Rp.135.525.000. Sehingga, total swadaya yang direalisasikan senilai Rp.179.038.000, dari yang semula direncanakan berjumlah Rp.18.700.000.
Dengan terbangunnya sebagian sarana jalan di wilayah kami, kini warga Kelurahan Jatisari tidak khawatir lagi apabila hujan turun.
BKM BAKTI MANDIRI
Drs Subagyono (021 – 95232215)
Rika Kartika (021 – 99649625)
Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

OUT OF THE BOX


Come Out Of The Box. Raises ideas. Be creative. Make something different and more valuable. Salah satunya dalam acara Peletakan Batu Pertama. Pemikirannya, membuat acara tersebut beda dari biasanya.Tidak sama dengan yang umum terjadi, yaitu melulu dengan laporan dan sambutan kemudian di lokasi proyek meletakkan paving, batu belah, batu bata atau adukan pasir dan semen. Selesai.
Kegiatan rehab Rutilahu di kelurahan Durenjaya dilaksanakan melalui PNPM MP dan PAKET. Hingga saat ini telah direalisasikan 40 unit, 24 unit melalui PAKET dan 16 unit melalui PNPM MP. Rehab Rutilahu menjadi prioritas pertama dalam Renta dan Program Kerja LKM Durenjaya dan sangat didukung oleh Lurah Durenjaya. Melalui PAKEM Griya Firdaus, LKM Durenjaya melakukan rehab Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sejumlah 14 unit dalam PAKET III. Total pendanaan Rp. 198.000.000 dengan rincian Rp. 64.000.000 (PAKET), Rp. 76.000.000 (APBD) dan Rp. 58.000.000 (Swadaya).
Peletakan batu pertama kegiatan rehab Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) PAKET III kelurahan Durenjaya kecamatan Bekasi Timur, rencananya akan dilaksanakan pada 27 Januari 2011. Penjadwalan mengalami perubahan terkait padatnya agenda pihak pemkot. Mundurnya jadwal tersebut, memberikan peluang pada LKM dan Tim Adv untuk melakukan loby pada pihak Entrostop, mitra dalam Soskamzar. Selanjutnya Pokja PAKET menetapkan Lounching Rutilahu Durenjaya dilaksanakan pada 5 Februari 2011.
Pada 1 Februari 2011, bertempat di teras Masjid Al – Maghfiroh RT 4 RW 6, dilakukan rapat kecil. Dihadiri LKM, PAKEM Griya Firdaus, Pengurus RT dan RW serta pelaksana proyek, rapat menghasilkan beberapa kesepakatan. Haji Epi bertanggung jawab untuk menyediakan 1 unit tenda. Mulyana selaku ketua PAKEM Griya Firdaus, akan mengerahkan 50 siswa SDN Durenjaya III. PAUD Al – Maghfiroh yang dikepalai oleh Ibu Imas, akan menurunkan 30 siswa dalam kegiatan lomba mewarnai. Slamet, staf kelurahan, bertanggung jawab dalam pengadaan bambu untuk umbul-umbul dan soundsystem. Para Ketua RT dan RW, bertugas untuk mendatangkan warga dan Tim Marawis dari majelis taklim setempat.
Pada 3 Februari 2011, dilakukan pemasangan umbul-umbul, banner dan spanduk. Umbul-umbul PNPM MP hasil Soskamzar, terpasang mulai dari awal Jalan Ampera Gang Padat Karya. Spanduk PAKET menjadi backrop di teras Masjid Al – Maghfiroh, tempat utama berlangsungnya acara. Bendera kecil “Ayo Peduli Membangun Bumi Patriot” sejumlah 50 pcs, disiapkan oleh Tim Adv untuk dikibarkan oleh para siswa.
Di bawah rintik hujan, 5 Februari 2011, Wakil Walikota DR. H. Rahmat Effendi, M.Si hadir beserta tamu lainnya. Turut hadir, yaitu Camat Bekasi Timur, SKPD dan DPRD. Kehadiran mereka disambut lambaian para siswa yang mengenakan seragam pramuka dan shalawat nabi yang dibawakan oleh Tim Marawis RW 6. Acara dimulai dengan laporan LKM, laporan Pokja PAKET, sambutan dan arahan Wawako. Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh alim ulama RW 6.
Usai acara, Wawako berkenan meninjau kegiatan lomba mewarnai. Beliau melakukan sedikit dialog dengan salah satu peserta. Selanjutnya Wawako dan tamu lainnya mengunjungi rumah Ibu Uki Tukiyem, 1 dari 3 rumah yang direhab di RW 6. Taruna Widi Sakti Kalijaga, Fasilitator Teknik Tim Adv dan Mulyana memberikan penjelasan pada Wawako terkait kegiatan rehab tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi, Wawako menyempatkan diri untuk melakukan neplok pada dinding rumah Ibu Uki Tukiyem.
Pada pukul 10.30 WIB, selepas Wawako dan tamu lainnya meninggalkan RW 6, acara dilanjutkan dengan game, kuis dan serah terima bantuan dari Entrostop. Muhammad Irsyad selaku Koordinator Lapangan, menyerahkan dana sejumlah Rp. 600.000 untuk rehab Rutilahu, souvenir 5 set, kaos 10 pcs, alat tulis 30 set dan piala pada peserta lomba. Pihak BNI yang datang di pengujung acara, diwakili Hika Kurnia Virgiantono – staf Marketing, juga berkenan menyerahkan 7 set souvenir pada LKM.
In rain, we pray, in order to do more for the community. Any kind is that simple.

SOSKAMZAR DALAM MIMPI


(Tersisa dari Soskamzar – Catatan 2)
Mimpi pertama dialami koorkot Tim Adv. Selepas pertemuan dengan Kepala Pemasaran Bank Jabar Banten Syariah pada 21 Oktober 2010, peristiwa tersebut rupanya terbawa tidur. Suatu hari koorkot diminta datang ke bank tersebut. Sungguh sebuah anugerah, pihak bank menambah partisipasinya dalam kegiatan Soskamzar yang akan digelar di 8 kelurahan, yaitu dana senilai Rp. 5 juta (dalam bentuk ribuan dimasukkan dalam sebuah tas ransel) plus 10 karung beras untuk sembako murah. ”Silakan bapak bawa. Beras tersebut juga suatu bentuk partisipasi kami dalam Soskamzar”demikian disampaikan pegawai bank. ”Tapi belum diberi merk atau tulisan. Gimana jika ditulis saja ’Maryana Ahmad’?
Tas ransel berisi uang Rp. 5 juta dan beras dibawa koorkot. Begitu keluar dari bank, koorkot berjumpa dengan H. Fachrurraji, koordinator BKM Seruni kelurahan Sukatani kecamatan Cimanggis. Terjadilah obrolan yang cukup panjang. Maklum, perjumpaan terakhir adalah November 2001 saat koorkot pertama kali bertugas P2KP di Kota Depok. Sang BKM berbaik hati mau mengantar koorkot menuju kostannya menggunakan sepeda motor bak yang dikendarainya. Tiba di mulut gang, koorkot tersadar bahwa tas ransel tertinggal. Dimintanya sang BKM untuk kembali ke lokasi semula. Selanjutnya, koorkot terbangun dari tidurnya. Tas ransel berisi uang hilang di alam mimpi.
Mimpi kedua dialami Zaenal Arifin (Fasilitator CD) dan Taruna Widi Sakti Kalijaga (Fasilitator Teknik). Tim Adv sedang berjibaku bersama panitia Soskamzar di kelurahan Jatiwaringin pada Jumat, 26 November 2010.Setelah menyiapkan berbagai hal, Taruna pulang lebih awal menuju basecamp. Beberapa jam kemudian, keduanya telah terlelap dalam tidurnya. Di larut malam, secara tidak sengaja, keduanya berpapasan di area dapur di depan pintu wc. “Lho, Pa Zae udah pulang toh” demikian kata Taruna. Pa Zae merasa heran, “Lha, tadi kan yang buka pintu Taruna. ”O ya!!”Keduanya kembali tidur. Esok harinya, Pa Zae bercerita bahwa dia begitu bahagia manakala dirinya sudah berada di Basecamp. Hal tersebut berawal dari kejadian di Jatiwaringin yang terbawa mimpi, yaitu kebelet pipis. Estela yakin bahwa dirinya sudah ada di basecamp, ia segera ke WC dan kemudian berpapasan dengan Taruna.
Mimpi ketiga dialami SF Tim Adv. Sudah maklum bagi yang lainnya, jika ada kegiatan malam, sang SF pamit paling awal untuk kembali pulang. Sang SF baru sembuh dari sakitnya, yaitu gejala demam berdarah sehingga trombositnya sering turun. Jelang Soskamzar di kelurahan Arenjaya yang dilaksanakan pada 4 Desember 2010, Tim Adv siaga hingga dini hari terkait belum datangnya mitra dari Entrostop yang akan memasang tenda, spanduk dan umbul-umbul. Hingga tengah malam, pihak Entrostop belum muncul. Akhirnya, Zaenal Arifin, fasilitator CD ditanam di lokasi. Sang SF menuju basecamp. Beberapa menit kemudian sudah lelap dalam tidurnya hingga muncul sebuah igauan “Taruna tolong bukakan pintu. Pa Zae ada di luar”. Sebuah kekhawatiran dari sang SF, sementara Zaenal sudah tertidur lelap di sebelahnya. Demikian tutur Taruna yang sempat terganggu tidurnya dengan igauan sang SF.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys